Penyembelihan dan distribusi hewan kurban ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga warga sekitar.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB.
Untuk efisiensi waktu dan tenaga, penyembelihan sapi dilakukan langsung di rumah potong hewan sebelum dikirim ke kampus dalam bentuk potongan besar.
Sementara itu, penyembelihan kambing dilaksanakan di halaman belakang kampus 2.
Ketua pelaksana, Mochamad Rizal Yulianto SE MM menjelaskan bahwa tahun ini Kampus 2 Umsida berhasil menghimpun 37 sohibul kurban.
“Alhamdulillah tahun ini dari Kampus 2 Masjid Baiturrahim dapat menghimpun 37 sohibul kurban yang dirupakan 5 ekor sapi dan 13 kambing,” ujarnya.
Hewan Kurban Umsida Disalurkan ke Berbagai Wilayah

Rizal menjelaskan bahwa tidak seluruh hewan kurban disembelih di Kampus 2 Umsida.
Sebagian kambing disalurkan ke beberapa titik lain sebagai bentuk pemerataan manfaat kurban.
Satu kambing disalurkan kepada teman-teman IMM yang melaksanakan kegiatan di Desa Kupang, Jabon.
Selain itu, satu kambing lainnya disalurkan ke SLB Dharma Pendidikan Gelam Candi.
Beberapa hewan kurban juga disalurkan ke KLL Lazismu Umsida dan di Kampus 3 yang akan disembelih besok, (29/5).
Sementara itu, di Kampus 2 sendiri dilakukan penyembelihan lima ekor sapi dan tujuh ekor kambing.
Menurut Rizal, dana kurban ini berasal dari dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga pegawai Umsida.
“Kalau di sini full dari para pegawai dan keluarga. Jadi murni dari dosen, tendik, dan keluarganya,” jelas takmir Masjid Baiturrahim Umsida itu.
Ia juga menyebut bahwa setiap tahun terdapat masyarakat luar Umsida yang ikut menyalurkan kurbannya melalui Umsida.
Daging kurban ini dibagikan kepada masyarakat sekitar Kampus 2 Umsida, seperti di wilayah Gelam, Ngampelsari, dan Balonggabus.
Dalam proses distribusi, beberapa Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) turut membantu penyebaran daging kurban kepada warga sekitar.
“Harapannya agar lebih bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan, terutama yang setiap harinya dekat dengan kampus,” tutur Rizal.
Tekankan Makna Keikhlasan dalam Ibadah Kurban
Kepala Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK) Umsida, Dr Puspita Handayani SAg MPdI menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga bentuk keikhlasan dalam mengorbankan sesuatu yang dicintai.
“Keikhlasan itu, keikhlasan dalam beramal. Kurban itu tidak hanya ujian ibadah fisik saja, tapi juga harta,” ungkapnya.
Menurutnya, makna kurban berkiblat pada kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
“Artinya kita merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang kita cintai. Jadi semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka nilai keikhlasannya juga semakin besar,” jelasnya.
Penyembelihan Gunakan Rumah Potong Halal

Dr Puspita juga menjelaskan bahwa Umsida memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
Hal tersebut dilakukan dengan bekerja sama bersama rumah potong hewan yang telah tersertifikasi halal dan memiliki juru sembelih halal resmi.
“Sekarang penyembelihan tidak lagi dilakukan sendiri di kampus, tetapi di rumah potong hewan halal yang sudah tersertifikasi,” ujarnya.
Karena itu, daging yang dikirim ke kampus sudah dalam bentuk potongan besar sehingga panitia tinggal melakukan proses pembagian kepada masyarakat.
Ketua Halal Center Umsida itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang terlibat dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini.
“Setiap tahun melakukan aktivitas ini tidak hanya sebagai sebuah rutinitas, tetapi bentuk dari ibadah jiwa dan juga materi. Implementasi iman dari setiap muslim,” pungkasnya.(Romadhona)